Jumat, 16 Mei 2008

SISTEM KOMUNIKASI DI PERKOTAAN

Secara etimologis atau menurut asal katanya, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication, dan perkataan ini bersumber pada kata communis yang artinya adalah sama, dalam arti kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Jadi komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan.Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Secara paradigmatis komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan o;eh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat atau prilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media.Komunikasi adalah suatu aspek kehidupan manusia yang paling mendasar, penting, dan kompleks. Kehidupan sehari-hari kita sangat dipengaruhi oleh komunikasi kita sendiri dengan orang lain, bahkan oleh pesan yang berasal dari orang yang kita tidak tahu (we can not not communication).Karena ke-kompleks-an komunikasi, maka Little John mengatakan, komunikasi adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan. Sementara itu, menurut ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain, agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.Kota, menurut definisi universal, adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.Dalam konteks administrasi pemerintahan di Indonesia, kota adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia setelah provinsi, yang dipimpin oleh seorang walikota. Selain kota, pembagian wilayah administratif setelah provinsi adalah kabupaten. Secara umum, baik kabupaten dan kota memiliki wewenang yang sama. Kabupaten bukanlah bawahan dari provinsi, karena itu bupati atau walikota tidak bertanggung jawab kepada gubernur. Kabupaten maupun kota merupakan daerah otonom yang diberi wewenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahannya sendiri.Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang komunikasi masyarakat perkotaan. Untuk terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi dari masyarakat itu sendiri. Berikut ini beberapa definisi masyarakat yang dikemukakan oleh para sarjana :R. Linton : Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan telah bekerja sama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.M.J. Herskovits : Mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorgaisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.J.L. Gillin dan J.P. Gillin : Mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.S.R. Steinmezt : seorang sosiolog bangsa Belanda mengatakan, bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.Hasan Shadily : mendifinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentuAdanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.Perhatian khusus masayarakat kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan dan perumahaan, tetapi mempunyai perhatian lebih luas lagi. Oaring-oarang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup, artinya tidak hanya sekadarnya atau apa adanya. Hal ini disebabkan oleh karena pandangan warga kota sekitarnya. Kalau menghidangkan makanan misalnya, yang diutamakan adalah bahwa makanan yang dihidangkan tersebut memberikan kesan bahwa yang menghidangkannya mempunyai kedudukan social yang tinggi. Bila ada tamu misalnya, diusahakan dihidangkan makanan-makanan yang ada dalam kaleng. Pada orang-orang desa ada kesan, bahwa mereka masak makanan itu sendiri tanpa mempedulikan apakah tamu-tamunya suka atau tidak. Pada orang kota, makanan yang dihidangkan harus kelihatan mewah dan terhormat. Disini terlihat perbedaan penilaian. Oaring desa memandang makanan sebagai alat memenuhi kebutuhan biologis, sedabgkan pada orang kota, makanan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan social. Demikian pula masalah pakaian, untuk orang kota memandang pakaianpun sebagai alat kebutuhan sosisl. Bahkan pakaian yang dipakai merupakan perwujudan dari kedudukan social si pemakai.Ada beberapa cirri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu, yaitu :Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Kegiatan-kegiatan keagamaan hanya tampak di tempat-tempat peribadatan, seperti : di masjid, gereja. Sedangakan di luar itu, kehidupan masyarakat berada dalam lingkungan ekonomi, perdagangan. Cara kehidupan demikian mempunyai kecenderungan ke arah keduniawian, bila dibandingakan dengan kehidupan warga masyarakat desa yang cenderung ke arah keagamaan.orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain. Yang terpenting sisini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan, paham politik, perbedaan agama, dan sebagainya.Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Misalnya seorang pegawai negeri lebih banyak bergaul dengan rekan-rekannya dari pada tukang-tukang becak, tukang kelontong atau pedagang kaki lima lainnya. Seorang sarjana ekonomi akan lebih banyak bergaul dengan rekannya dengan latar belakang pendidikan dengan ilmu ekonomi dari pada dengan sarjana-sarjana ilmu politik, sejarah, atau yang lainnya. Begitu pula dalam lingkungan mahasiswa mereka lebih senang bergaul dengan sesamanya dari pada dengan mahasiswa yang lebih tinggi atau rendah tingkatannya.Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa. Pekerjaan para warga desa lebih bersifat seragam, terutama dalam bidang bertani. Oleh karena itu pada masyarakat desa tidak banyak dijumpai pembagian kerja berdasarkan keahlian. Lain halnya di kota, pembagian kerja sudah meluas, sudah ada macam-macam kegiatan industri, sehingga tidak hanya terbatas pada satu sector pekerjaan. Singkatnya, di kota banyak jenis-jenis pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh warga-warga kota, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pada yang bersifat teknologi.Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan dari pada factor pribadi.Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota mengakibatkan pentingnya factor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Hal ini sering menimbulkan pertentangan antara golongan muda. Olae karena itu golongan muda yang belum sepenuhnya terwujud kepribadiannya, lebih senang mengikuti pola-pola baru dalam kehidupannya.Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Cirri- cirri tersebut antara lain :Jumlah dan kepadatan pendudukLingkungan hidupMata pencarianCorak kehidupan socialStratifikasi socialMobilitas socialPola interaksi socialSolidaritas sosialKedudukan dalam hierarki system administrasi nasional.Kota merupakan pusat kegiatan sector ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, disamping sector ekonomi tersier yaitu bidang pelayanan jasa. Kegiatan di perkotaan adalah mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera di konsumsikan. Di kota tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya melimpah. Bahkan tempat penjualannya pun beragam.Corak kehidupan social di kota sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa, agama, kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan. Beraneka ragamnya corak kegiatan di bidang ekonomi berakibat bahwa system pelapisan social ( stratifikasi social ) di kota jauh lebih kompleks.Mobilitas social di kota jauh lebih besar daripada di desa. Di kota seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalami mobilitas social, baik vertical yaitu perpindahan kedudukan yang lebih tinggi atau lebih rendah, maupun horizontal yaitu perpindahan ke pekerjaan lain yang setingkat.Untuk menunjang aktivitas warganyaserta untuk memberikan suasana aman, tenteram dan nyaman pada warganya, kota dihadapkan pada keharusan menyediakan berbagai fasilitas kehidupan dan keharusan untuk menghadapi berbagai masalah yang timbul sebagai akibat aktivitas warganya.dengan kata lain kota harus berkembang.Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan social, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya ini akan di cerminkan dalam komponen-komponen yang membentuk struktur kota tersebut. Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut. Secara umum dapat di kenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, mengandung lima unsure yang meliputi :1. WismaUnsur ini merupakan bagian ruang kota yang di pergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan social dan dalam keluarga. Unsure wisma ini mengharapkan :· Dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai pertambahan kebutuhan penduduk untuk masa mendatang· Memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidupan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan.2. KaryaUnsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat. Penyediaan lapangan kerja bagi suatu kota dapat dilakukan dengan cara menyediakan ruang misalnya bagi kegiatan perindustrian, perdagangn, pelabuhan, terminal, serta kegiatan-kegiatn kerja lainnya.3. MargaUnsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya di dalam kota ( hubungan internal ), serta hubungan antara kota itu dengan kota atau daerah lainnya ( hubungan eksternal ). Di dalam unsure ini termasuk :· Usaha pengemabangan jaringan jalan dan fasilitas-fasilitasnya ( terminal, parker, dan lain-lain ) yang memungkinkan memberikan pelayanan seefisiean mungkin.· Pengemabangan jaringan telekomunikasi sebagai suatu bagian dari system transportasi dan komunikasi kota secara keseluruhan.4. SukaUnsure ini merupakan bagian dari perkantoran untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas-fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan, dan kesenian.5. PenyempurnaanUnsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsure di atas, termasuk fasilitas keagamaa, perkuburan kota, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jaringan utilitas umum.Kelima unsure pokok ini merupakan pola pokok dari komponen-komponen perkotaan yang kuantitas dan kualitasnya kemudian dirinci di dalam perencanaan suatu kota tertentu sesuai dengn tuntutan kebutuhan yang spesifik untuk kota tersebut pada saat sekarang dan masa yang masa yang akan datangPemecahan masalah-masalah tersebut atau pencapaian persyaratan di atas, hendaknya di tuangkan da;lam suatu kebijaksanaan dasar yang di kaitkan dengan pengembangan wilayah dan interksi kota dan sekitarnya secara berimbang dan harmonis. Untuk itu semua, maka fungsi dan tugas aparatur Pemerintah Kota harus ditingkatkan :aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota. Untuk itu, maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus di kerjakan dengan cepat dan tepat, agar tidak di susul dengan masalah lainnya.masalah keamanan kota harus dapat di tangani dengan baik sebab kalau tidak, aka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.dalam rangka pemekaran kota, harus di tingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pimpinan di tingkat kabupaten, tapi uga bermanfaat bagi wilayah kabupaten di sekitarnya.Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dalam mengembangkan kota harus dapat di lihat dalan kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional. Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :Menekan angka kelahiranmengalihkan pusat pembangunan pabrik ( industri ) pinggiran kotamembendung organisasimendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relative rendahmeningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada disekitar kota besartransmigrasi bagi keluarga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.Hubungan komunikasi masyarakat perkotaan lebih banyak menggunakan komunikasi massa karena masyarakat perkotaan mempunyai sifat individualisme yang tinggi. Artinya, masyarakat lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan bersama dan masyarakat perkotaan cenderung sibuk jadi mereka kurang sosialisasi dengan orang lain.Proses komunikasi massa yang terjadi di perkotaan biasanya melalui media massa seperti surat kabar, radio dan televisi. Bahkan sejalan dengan perkembangan tingkat pendidikan, pengetahuan dan teknologi komunikasi penduduk perkotaan, masyarakat perkotaan sudah nulai menggunakan teknologi telepon genggam atau yang lebih dikenal dengan hand phone. Teknologi ini bisa membuat jarak yang jauh menjadi sangat dekat.Bahkan ada teknologi yang lebih canggih lagi dari teknologi hand phone yaitu internetDengan demikian proses komunikasi secara lisan akan cepat berubah apabila embaharuan cepat diterima oleh masyarakat perkotaan.Pada saat ini ada beberapa media yang sangat berpotensi dalam penyebaran informasi di perkotaan :1. Media cetak (surat kabar dan majalah)yaitu suatu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual yang terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dalam tata warna dan halaman putih.2. TelevisiYaitu media elektronik yang bersifat audio dan visual.3. RadioYaitu media elektronik yang hanya bersifat audio saja4. InternetMerupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.Kota secara internal pada hakikatnya merupakan suatu organisme, yakni kesatuan integral dari tiga komponen, meliputi penduduk, kegiatan usaha dan wadah ruang fisiknya. Ketiganya saling berkait, pengaruh-mempengaruhi, oleh karenanya suatu pengembangan yang tidak seimbang antara ketiganya, akan menimbulkan kondisi kota yang tidak positif, antara lain semakin menurunnya kualitas hidup masyarakat kota. Dengan kata lain, suatu perkembangan kota harus mengarah pada penyesuaian lingkungan fisik ruang kota dengan perkembangan social dan kegiatan usaha masyarakat kota.Di pihak lain, kota juga mempunyai peran atau fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalam kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini maka diharapkan bahwa suatu pengembangan kota tidak mengarah pada satu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh-mempengaruhi.

Tidak ada komentar: