Perusahaan minyak Chevron (CPI) boleh saja tersenyum karena menurut Pengamat Perminyakan Nasional Kurtubi mengatakan harga minyak dunia berpotensi menyentuh dari harga 200 dolar AS per barel. Hal ini disebabkan permintaan minyak kian tinggi sementara pasokan minyak terus menurun.Menurutnya kenaikan harga minyak yang luar biasa akan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan minyak di Riau seperti Chevron (CPI). Kelipatan keuntungannya sangat besar, tergantung sampai mana kenaikan harga minyak.Disisi lain,bila gejolak minyak terus merangkak ke atas, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dipastikan akan jebol dan terjadi krisis moneter. Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Mukti Sanjaya mengatakan , beban negara dalam membayar cost recovery seharusnya mampu dipangkas dengan besarnya keuntungan dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama ( KKKS).Sehingga anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan tunjangan kepada masyarakat bawah yang memang sangat terpukul dengan kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini.
Jumat, 16 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar